Malam itu, di penghujung 2021 seperti yang kita ketahui tentu banyak pesta penutupan akhir tahun tersebar dimana-mana, terlepas dengan pandemi yang masih berjalan. Sama dengan kedua anak muda ini yang sedang duduk terdiam di mobil jazz yang telah terparkir rapih dengan mesin yang telah mati. “Turun yuk?” ucap anak lelaki disebelahnya, kemudian dia cepat-cepat keluar dari mobilnya itu dan membukakan pintu mobil untuk sang gadisnya. Ditekankan sekali lagi, gadis-nya. Lebih tepatnya akan menjadi gadis-nya, bila nanti tepat pukul 12 malam saat pergantian hari serta tahun, perempuan disebelahnya yang telah dekat dengannya selama 4 bulan ini menyetujui ajakan berpacaran darinya. Tentu sang gadisnya itu terlihat sangat cantik dengan balutan red-silk dress yang cukup ketat menunjukkan lekuk tubuhnya, dan hal ini membuat dia, sang pria menjadi sedikit protektif padanya diawal mereka berjalan menuju aula tempat dimana ratusan orang berkumpul di dalamnya.

“Lo mau cari yang lain apa gabung bareng gue aja dulu, kak?” pria itu yang akrab dipanggil dengan nama satya memberikan tawaran pada perempuan disebelahnya dengan berbisik dikarenakan suasana yang cukup ramai malam itu. “Ga deh sat, gue duduk di deket bar ya, kayanya temen-temen gue juga ga semua yang dateng.” perempuan itu pergi menjauhi satya dan mendudukkan diri di dekat bar, segeranya dia memesan minuman untuk mengusir rasa bosannya dimana menunggu waktu pergantian tahun masih tersisa 1 setengah jam lagi. Bila ia tahu kalau teman-temannya tidak datang untuk menemaninya, mungkin dia bisa menolak ajakkan satya dan lebih memilih untuk beristirahat di kamarnya sembari menonton tumpukkan list film yang belum ia selesaikan, terbengkalai gara-gara UAS kemarin.

Jatuh dalam lamunannya selama 15 menit kemudian dia merasakan ada sebuah jas yang menyampir di bahunya mengkagetkannya, mendongkalah dia ke arah belakang sumber jas tersebut tersampir di pundaknya, “balik aja yuk? Gue kasian liat lo sendirian disini, diliatin om-om lagi, mau?” iya itu satya lagi. “Nanggung banget, abis ini juga tahun baru, sayang duit kali.” satya tertawa mendengar jawaban perempuan didepannya, “yaudah kak, check-in aja nih? Biar ga sayang duitnya?” baru perempuan itu mau menolak “gausah nolak, lo lupa ya ini hotel punya siapa?” jawab satya. Tanpa terlalu lama menunggu perempuan itu diam, satya menggandeng tangannya dan membawanya keluar dari aula yang cukup sesak saat itu.

Kamar 1020. Di depan pintu kamar mereka berdiri, sang perempuan melihat satya dengan pandangan ‘gue udah gila kali ya disini sama dia’ dan sedangkan satya mengambil key-card yang ia masukkan ke dalam kantong celananya, “yuk deh, gausa malu malu, kasurnya juga dua, terus biasanya juga lo tidur ga pake baj-” belum selesai dia berbicara sang perempuan melempar tasnya mengenai punggung satya, kemudian berlari menuju kamar mandi. Tepat saat itu, saat dimana perempuannya sudah selesai dari kamar mandi dan mendudukkan diri disebelah satya, yang menghadap ke arah balkon dengan jendela yang cukup besar serta tirai yang sudah disibakkan ke kanan kiri menunjukkan pemandangan malam yang cukup cerah hari itu, “kak, lo punya resolusi gak buat tahun depan?” tanya satya tiba-tiba, perempuan itu kaget, karena merupakan hal yang cukup aneh untuk memulai sebuah percakapan di suasana yang cukup canggung, “nggak banyak sih, cuma mau cepet-cepet lulus aja.” terdiam, keduanya, “kalo lo sat?” cukup lama satya nggak menjawab jatuh dalam lamunannya tetapi mendengar jelas pertanyaan tersebut. Hingga, ia menolehkan pandangannya kepada perempuan di sebelahnya…

11.56 p.m.

“Kayanya kalo gue juga nggak banyak, mau jadi pacarnya kakak boleh?” jawab satya yang cukup mengejutkan perempuan itu hingga tak bisa berkata kata selain membuka mulutnya sedikit. Perlahan tangan satya menggenggam tangan perempuan disebelahnya secara lembut hingga perempuan itu sendiri seperti tak menyadarinya.

11.59 p.m.

Satya mendekatkan posisi duduknya, dengan lembut ia menarik perempuan itu ke pangkuannya, sehingga sang perempuan tepat duduk di pahanya dan melingkarkan kedua tangannya di belakang lehernya secara lembut tanpa mereka berdua melepas pandang satu sama lain, mendekatlah wajah satya ke arah perempuan itu dan mulai mengecup bibirnya, “so, can I?” with his soft and tender eye gaze that girl ever seen from anyone who has been date her before,

00.00 a.m.

Without any longer waiting, she nodded and Satya started kissing her slowly and cupping her cheeks, devouring all of his tender love toward the red lips under his. Without any greediness, and lust at all, he just wants to show how much he loves her that night and forever. Tiba-tiba saja satya melepas ciumannya barusan kemudian menatap manik mata sang perempuan dan berkata “happy new year love, i love you today dan forever.”

and he starts kissing her again with all of sudden his hand stroking her thighs like it's tiptoeing, ticklish, while his right hands on her hips, the kiss start going sloppy as the girl so sudden moans his name with Satya start to lower the girl’s red dress strap in half of her arms and kiss her shoulder and cleavage gently with all smiley face appeared. She will be the luckiest girl tonight since he said,

“I’ll be gentle tonight, believe me.”